Mukadimah: PEMBAWA CUACA

Mengerjakan segala sesuatu hal di cuaca yang cerah tentu saja lebih mudah dibandingkan mengerjakan hal yang sama pada cuaca yang tidak mendukung. Itulah kenapa cuaca meskipun bukan faktor utama, tetapi ia penting untuk diperhatikan.

Pun begitu, mengerjakan tugas-tugas kehidupan dalam cuaca hati yang cerah, suasana batin yang baik akan lebih menguntungkan ketimbang kondisi yang ada sebaliknya. Mengapa kondisi bergembira harus dijaga dan dibangun? Sebab kehidupan menuntut tantangan yang tidak ringan bagi pribadi-pribadi yang memilih jalan pertumbuhan diri. Proses menuju sukses yang meningkat selalu berat. Akan makin berat kalau seseorang diliputi cuaca yang tidak mendukung.

Setiap interaksi pada sebuah social cyrcle, masing-masing mempunyai potensi kontribusi pengaruh terhadap cuaca tersebut. Ada anggota sosial yang menjadi manusia wajib, sebab hadirnya menambah kegembiraan. Ada juga yang sunnah, mubbah, makruh bahkan haram sebab tak andil pengaruh apa-apa pada proses pembentukan cuaca. Sebab mungkin, yang hanya ia pikirkan adalah dirinya sendiri saja.

Mukadimah: BOMBONG BERKUALITAS

Kata orang, salah satu tips agar makanmu menjadi terasa enak adalah dengan engkau kerjakan dulu berbagai pekerjaan, sampai terasa lelah, sampai terasa laparmu memuncak. Sesudah semua itu, makanan menjadi begitu nikmat terasa. Citarasa makanan yang lezat saat itu menjadi minor sebab bersamaan itu engkau menikmati mongkog hati sebab sudah menyelesaikan sejumlah pekerjaan.

Menyelesaikan sejumlah pekerjaan dengan berkualitas ternyata dapat menjadi cara untuk membangun sebuah citarasa. Kalau engkau tidak menyadari bahwa di setiap pencapaian sebuah kualitas di sana terdapat kebahagiaan yang akan engkau dapatkan, maka engkau hanya akan menjadi pengejar kualitas yang pemalas kecuali engkau sedang berada di ajang kompetisi. Ah, untuk apa harus menjadi yang terbaik kalau tidak ada pesaing yang harus dikalahkan.

Ketika engkau hanya berusaha berbuat yang terbaik di saat terdapat pesaing, maka wajar kalau engkau sering kalah bersaing. Engkau kalah terbiasa dibanding dengan mereka yang membangun kualitas bukan hanya ketika butuh untuk mengungguli yang lain. Yakni mereka yang senantiasa membangun kualitas sebab menyadari dibalik hasil kerja berkualitas, di situ ada sesuatu yang paling dicari dalam hidup setiap manusia: kebahagiaan.