Berbincang Santai usai Streaming #JSOKT

Sebab sebelum pandemi terbiasa kumpul-kumpul sampai jam 03.00, maka ketika selesai streaming Juguran Syafaat jam 22.00-23.00 suasana masih terasa segar untuk berdiskusi.

Para penggiat berdiskusi santai tentang berbagai hal diantaranya adalah pertanian berbasis kearifan lokal yang masih aplikabel diterapkan pada saat ini.

Nggelepung Ajur-Ajer di Majelisan Kemis Pahing

Putaran ke-9 Majelisan Kemis Pahing malam hari tadi dilaksanakan di rumah Mas Alip, Desa Meri, Kutarasari, Purbalingga. Nampak dalam foto, Kang Rifangi memandu runtutan sholawat sementara pada sesi yang lebih rileks Kang Wanto dan dulur-dulur nampak sedang berbincang santai.

Forum endang-endong dalam skala kecil, atau yang dianjurkan oleh Mbah Nun dengan istilah nggelepung (menjadi tepung) dalam sel-sel kecil jamaah Maiyah tetap istiqomah dilaksanakan di berbagai bentuk dan wilayah, salah satunya Kemis Pahingan ini. Rumaket ing paseduluran.

BINGUNG

BINGUNG

Kiri dikira komunis
Kanan dicap kapitalis
Keras dikatai fasis
Tengah dinilai tak ideologis

Sebait lagu “Bingung” dari Iksan Skuter yang dibawakan Hirdan IA di Juguran Syafaat malam tadi (12/9).

Sebuah lagu yang sesuai untuk dijadikan bahan elaborasi tema malam hari tadi. Gambaran realitas hari ini yang penuh stereotiping terhadap apa saja dan membuat jadi gamang saat hendak bertindak.

Festival Bedhul Muntul 2020

Hari Minggu Manis, 23 Agustus 2020 ada acara Festival Bedul Munthul di kebun pak Titut yang letaknya kurang lebih 50 meter di belakang Balaidesa Pangebatan.

Selain untuk memperingati bulan Sura, perayaan memanen ubi jalar ini juga bertujuan untuk membuka destinasi wisata agraris.

Acara Panen Budin dan Munthul tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Banyumas Bapak Sadewo. Ada juga performance Action Paint dari Mas Medi asal Purbalingga yang berkolaborasi dengan Pak Titut.

Setelah sesi Bedul Munthul selesai, acara dilanjutkan dengan diskusi dan ngobrol santai antara petani dan Pak Wabup mengenai masalah apapun yang terjadi seputar pertanian di wilayah pangebatan.

Mujahadah Menyambung Hati 40 Hari wafatnya Alm. Syaikh Kamba

Tepat 40 hari wafatnya Syaikh Nursamad Kamba, sedulur Maiyah dari Purbalingga dan Banyumas berkumpul di Kediaman Abah Djumad di Desa Limbangan, Purbalingga.

Mujahadah dihaturkan kepada Syaikh Kamba untuk mendoakan sekaligus tetap menyambung hati. Mujahadah inipun rutin digelar setiap Rebo Legi malam Kamis Pahing secara rutin.

Rutinan yang terbuka untuk jamaah Maiyah siapapun saja ini ditradisikan sejak Sinau Bareng CNKK di lapangan desa Limbangan pada Januari lalu. Berkah Sinau Bareng semoga tetap selalu istiqomah.