Mukadimah: TADARUS PENGALAMAN

Pikiran kita lebih banyak dibentuk oleh pengalaman yang sudah kita lalui ketimbang oleh pengetahuan yang kita kumpulkan. Di dalam pengalaman seseorang terdapat bekas-bekas emosi positif dan negatif, karenanya seseorang dapat melakukan nostalgia. Di dalam pengalaman seseorang juga terdapat simpulan-simpulan benar dan salah atas banyak keputusan dan tindakan. Di dalam pengalaman seseorang juga terdapat bukit dan lembah, titik tertinggi dan titik terendah, representasi dari kurva penumbuhan diri yang sedang dikerjakan.

Seringkali seseorang melangkah ke depan tetapi tanpa sadar ia hanya berputar-putar di pusaran masalah yang sama dengan berulang dan terus berulang. Sebab pengalaman hanya diintip melalui spion, alih-alih menderasnya, membacanya berulang-ulang. Supaya dapat menemukan pembelajaran berupa pola-pola dari baik dan buruknya emosi, titik tertinggi dan titik terendahnya pencapaian yang pernah diraih lengkap dengan hukum sebab-akibat yang melekat di dalamnya, perolehan momentum keberuntungan dan kesialan serta ilham dan fadhilah yang Allah anugerahkan pada garis waktu yang sudah kita lalui.

Sehingga kita bisa menjadikan hari ini sebagai sebab yang lebih baik bagi pencapaian esok hari. Karena hari ini sejatinya kita sedang menuliskan pengalaman baru yang akan dibaca dengan berulang di masa depan, yang akan lebih membentuk diri kita di masa depan ketimbang pengetahuan.

Pengalaman adalah ayat-ayat dari Allah yang diturunkan kepada manusia secara unik dan sangat personal. Yang terjemahannya berupa pola-pola keputusan dan tindakan di masa lalu, tentu saja ada yang berkualitas ada yang tidak, ada yang berhasil ada yang gagal, ada yang berangkat dari kesungguh-sungguhan ada yang alakadarnya. Memang hendaknya diri kita jangan sampai memiliki nasib seperti nasibnya sebuah bangsa yang ditimpa oleh masalah yang sama dan terus berulang, yakni sebuah bangsa yang tidak pandai belajar dari pengalamannya sendiri.

Bersama-sama kita akan melingkar di Juguran Syafaat edisi bulan Januari 2021 secara LIVE! melalui youtube: Juguran Syafaat.

Mukadimah: ALAMAT KEBERMANFAATAN

Sekurang-kurangnya tidak bisa menjadi ‘manusia wajib’, setidaknya kita tidak menjadi manusia makruh apalagi haram yang kehadirannya merugikan, mengancam dan melukai orang lain. Meskipun upaya meniti jalan menjadi orang bermanfaat tidak sepopuler jalan tol popularitas, tetapi apakah kemudian murojaah kemanfaatan diri menjadi tidak penting dikerjakan?

Merogoh kocek ikut menyumbang pada aksi kemanusiaan, itu bermanfaat. Ikut aksi gotong royong serta bakti sosial, itupun bermanfaat. Menjadi narasumber yang baik pada setiap perbincangan dengan orang lain dengan cara terlebih dahulu mempelajari informasi secara jeli dan presisi di tengah kabut dan sengkarut informasi seperti hari ini, hal itu juga bermanfaat. Atau mundur beberapa langkah untuk tetap khusyuk mengerjakan penumbuhan diri, tak ubahnya hal tersebut adalah bermanfaat. Mengasah keahlian tertentu dengan konsisten, menginovasi nilai tambah atas barang dan jasa atau jenis penumbuhan diri lainnya sesuai yang sudah kita pilih masing-masing.

Engkau bermanfaat, maka engkau ada. Menjadi bermanfaat mulai dari mendefinisikan alamat paling presisi apa yang orang perlu cari dan butuhkan dari diri kita. Sehingga mereka tidak mendatangi kita seperti orang yang sedang salah alamat. Terkelabuhi oleh papan nama identitas diri. Meneguhkan kembali bidang yang sungguh-sungguh kita bisa kontribusikan. Supaya malaikat Mikail juga tidak kebingungan menemukan alamat disaat proses delivery jatah rezeki.

Mukadimah: POPULER EFEKTIF

Cara manusia berkomunikasi satu sama lain terdisrupsi maksimal oleh hadirnya hidayah Tuhan bagi umat manusia berupa digital media. Disrupsi komunikasi di satu sisi membawa revolusi pemerataan informasi, di sisi lain ia juga membawa ‘sampah-sampah’ budaya, pencitraan. dan sesuatu yang over-rated menjadi marak.

Pengaruh etnologisnya adalah orang-orang baik menjadi enggan bahkan muak untuk menjadi terkenal. Enggan berbondong-bondong untuk ikut menempuh aksi panjat sosial seperti halnya orang kebanyakan. Maka, tak heran jika lalu-lintas komunikasi sudah se-masif hari ini, tetapi acara-acara ajang pencari bakat tetap saja masih diperlukan. Sebab memang banyak orang berbakat berkualitas memilih menyembunyikan diri.

Padahal, antitesa dari enggan menempuh upaya menjadi terkenal bukanlah memilih untuk menyembunyikan diri. Tetapi versus dari penempuhan jalur terkenal narsistik adalah menentukan kadar pengenalan diri yang paling efektif-fungsional bagi kontribusi atas skill dan potensi yang kita miliki. Sesiapa yang memerlukan apa yang sebetulnya diri kita mampu semudah mungkin mereka menjumpai alamat kita.

Bersama-sama kita akan melingkar di Juguran Syafaat edisi November 2020 Live! di Youtube Channel: Juguran Syafaat

Mukadimah: FILSAFAT ORANG BIASA

Kalau sebuah tema tidak bisa dikupas dengan tuntas, pembenarannya adalah karena kehidupan ini seperti lapis-lapis bawang yang tak hingga tak pernah bisa habis meskipun terus ditempuh. Namun begitu, bagaimanapun tema demi tema tetap mempunyai fungsi operatif minimal sebagai penanda, “Oh, di waktu itu atau di umur itu kita pernah melewati kurikulum kehidupan tentang sebuah tema”.

Life is a journey. Tiap hari kita berjalan dan berpetualang. Mendapati tempat yang sama dan tempat yang baru. Menyelami makna yang sama dan makna yang baru. Sayangnya, seringkali kita terlalu sibuk mengulik buku-buku, hingga tak sempat menghitung dan mencermati pengalaman milik sendiri. Pengalaman yang merupakan patok-patok penanda bahwa dari waktu ke waktu kita tidak stagnan, melainkan terus mengalami penumbuhan diri.

Kemudian paradoksnya adalah, semakin meningkatnya penghargaan terhadap pengalaman diri sendiri, rasa-rasanya semakin tak cukup dari kebutuhan untuk menyempatkan membaca sebanyak-banyaknya buku. Melahap pola-pola pengetahuan sebagai alat bantu menstrukturkan pengalaman. Begitulah dinamika perjalanan di dalam membangun landasan berpikir di dalam diri. Terus menerus menempuhnya sehingga meskipun kita menjalani hidup sebagai orang biasa, tetapi dapat selalu mengambil keputusan dan tindakan secara matang.

Bersama-sama kita akan melingkar di Juguran Syafaat edisi Oktober 2020 LIVE! melalui Channel Youtube: Juguran Syafaat.

Mukadimah: BERTINDAK GLOBAL

Jumlah orang yang menginginkan keadaan tetap begini amatlah minoritas dibanding jumlah orang yang menginginkan hadirnya perubahan. Namun, mengapa gerakan perubahan kerap kali mandeg di tengah mereka masih terus berjalan?

Sebab satu orang dengan lainnya memiliki gambar yang berbeda satu sama lain dari perubahan yang diangan-angankan. Hal itu bergantung pada banyak hal: Pada alur pengalaman yang berbeda, wilayah keilmuan yang berbeda, daya olah modalitas diri dan motif atas kepentingan yang juga berbeda satu sama lain.

Maka, idealnya ada muktamar ide perubahan tingkat global untuk membentuk set berpikir dan set bertindak yang serempak. Akan tetapi, kalau hal itu dirasa tidak masuk akal untuk dilaksanakan pilihan yang lebih masuk akal ditempuh adalah masing-masing dari kita meluaskan hingga seluas-luasnya alasan kita untuk bertindak, mendobrak batas-batas kesepenggalan dari setiap motif kepentingan, modalitas diri, penguasaan disiplin ilmu dan  pengalaman-pengalaman yang tak pernah direkonstruksi.

Bersama-sama kita akan melingkar di Juguran Syafaat edisi September 2020 melalui live Youtube Juguran Syafaat.

Mukadimah: MULTIVERSITAS

Pasangan hidup itu berjodoh. Rumah yang engkau tinggali itu berjodoh. Jalan rezeki yang engkau anut itu berjodoh. Pun begitu dengan ilmu yang engkau enyam, itu juga berjodoh. Terhadap apa-apa saja yang antara engkau dan padanya memiliki bonding, terdapat keterhubungan, itu berjodoh.

Puncak intelektualitas ilmu adalah ketika engkau bisa mentransformasi sebuah hipotesis atas pengamatan dan pengalamanmu menjadi sebuah tesis. Akan tetapi, intelektualitas bukanlah satu-satunya puncak dari pengupayaanmu atas ilmu. Ilmu diupayakan dengan tidak berhenti pada pemenuhi capaian diri, tetapi dengan mengitung betul-betul eksplorasimu itu dengan pengaruhnya terhadap cuaca sosial yang aktual. Eksplorasi yang ditempuh tak hanya secara fakultatif, tetapi universal bahkan multiversal.

Di Maiyah engkau mengupayakan ilmu dengan memilih bidang, cekungan, lekukan serta kedalaman mana saja yang engkau sukai. Mengerjakan mengiris lapis-lapis ilmu itu dengan segenap daya kognisi, afeksi dan konasi yang modalitas satu dengan lain orang berbeda. Dan memuncakinya dengan merawat bonding keterhubungan dengan sang ilmu terus-menerus sepanjang waktu dengan begitu ragam pilihan penempuhan cara.

Bersama-sama kita akan melingkar di Juguran Syafaat edisi Agustus 2020 Live di Youtube Channel: Juguran Syafaat.