Mas Sabrang di Purbalingga

Mas Sabrang di acara Diskusi Ekonomi Kreatif di Pendopo Cahyana Purbalingga. Acara setengah hari pada Sabtu lalu (7/9) ini dihadiri sekitar 200 peserta Karang Taruna dan umum. Hadir pula sebagai narasumber yakni Mas Bambang Irawan, Ketua DPRD Kab. Purbalingga sekaligus Ketua Umum Karang Taruna Kab. Purbalingga.

“Semua yang repetitif akan digantikan oleh mesin, yang tidak bisa digantikan adalah kreativitas.”, ujar Mas Sabrang.

Eyang Hadi Mbaranggawe

Pak Titut, KAJ Accoustic dan teman-teman penggiat Juguran Syafaat hari ini berkumpul di Balai Kelurahan Teluk, Purwokerto. Bersama-sama nyengkuyung gawe keluarga Eyang Hadi yang hari ini menikahkan putri cantiknya.

Semoga dengan bekal mawadah dan rohmah, Johan & Praba dapat bersama-sama mengarungi bahtera rumah tangga menuju Sakinah. Serta Eyang Hadi selalu sehat dan diberi panjang umur sehingga dapat terus menemani teman-teman Penggiat Juguran Syafaat.

Penghantaran Wirid Tahlukah dan Hizib Nashr

Dulur-dulur Juguran Syafaat melaksanakan penghantaran Wirid Tahlukah dan Hizb Nashr pada Kamis malam Jumat (25/4) di Sokawera Purbalingga.

Setelah rangkaian kegiatan pengantar, sekitar jam 11.00 penghantaran wirid dan hizb dilaksakan. Sekitar 50 orang yang hadir khusyuk menggotong energi bersama-sama untuk memenuhi Amar Maiyah.

Pameran Seni Rupa Tiga Zaman

Pemeran seni rupa tiga zaman dibuka kemarin (31/3). Pembukaan pameran itu juga sekaligus menandai dibukanya galeri seni Oemah Maen.

Rayung Purbantara salah seorang perupa muda Banyumas bersama rekan-rekan perupa lainnya menjadi insiator penyelenggaraan acara ini. Tampak di venue pameran terpajang lukisan karya Mbah Hadi, Pak Titut, Setyo, Praba, dkk. Bagi yang ingin berkunjung, pameran masih dibuka sampai sebulan ke depan.

Selamat Jalan Pak Hardi Pambudi

“Saya ngebohongin orang-orang nih, dikira lagi di Juguran. Padahal foto dari Isna”, ujar Pa Hardi malam Juguran kemaren. Hasrat Beliau untuk hadir di Juguran harus diurungkan, karena istri menging sebab memang cuaca malam minggu kemaren sedang tidak bersahabat. Meski urung hadir, tapi Pa Hardi tetap mengikuti Juguran dari Grup WhatsApp hingga dinihari sembari men-share beberapa foto yang relevan dengan tema malam hari itu, termasuk beberapa foto yang dikirim oleh Isna.

Malam tadi (21/3), sekitar pukul 01.00 WIB, Sahabat kita, guru kita, salah seorang Penggiat setia Juguran Syafaat, Hardi Pambudi bin Bagyo Atmodjo dipanggil oleh Allah Swt di Pakunden, Banyumas. Semasa hidup, Beliau telah memberikan banyak kontribusi berupa hasil-hasil penelitian seputar lokalitas Banyumas. Semoga kita semua dapat meneruskan semangat dedikasi Beliau.

Ngobrolin Pilpres dengan Pintar

Gaya memilih berdasarkan selera sudah membelah masyarakat ke dalam 4 golongan, yakni mereka yang fanatik pada Kubu A, mereka hang fanatik pada kubu B, mereka yang memilih apatis dan mereka yang merasa bingung.

Melalui Aplikasi Pantau Bersama, program gotong royong yang dipandegani Mas Sabrang, masyarakat disuguhi gaya memilih berdasarkan: rasio.

Sesore kemarin (2/3) kita ngobrol tentang gaduh informasi digital hingga blind-chosing method. Di Kopi Kebon, Jl. HR Bunyamin, Purwokerto.