Padasan untuk Normal Baru

Kios Pangkas Rambut Abah Sugeng di Jl. MT. Haryono Purbalingga tidak menyiapkan wahana cuci tangan pelanggan menggunakan galon kran. Melainkan menggunakan padasan.

Padasan yang dipasang permanen adalah bagian dari cara mempersiapkan the new-normal (normal baru) di mana masyarakat akan lebih serius mengerjakan pola hidup higienie sepanjang waktu.

Gerakan Wajib Menanam

Jumhur Penggiat Juguran Syafaat sudah menyepakati pentingnya kembali menghidupkan lagi naluri bertanam-tanam. Oleh karena itu sesempit apapun pekarangan atau halaman yang dipunyai, saat ini wajib semuanya menanam sayuran. Boleh juga ditambahi tanaman herbal.

Bertanam-tanam nomor satu bukan untuk mengharapkan panen. Bertanam-tanam untuk tetap mempunyai kegiatan positif di tengah tidak menentunya keadaan. Bonusnya adalah naluri agraris kita menjadi hidup lagi. Bonus berikutnya lagi nanti bisa panen untuk dimanfaatkan sendiri.

Mumpung Masih Ada Internet

Tidak perlu menebak-nebak bencana jenis apa yang membuat mungkin internet bisa down, mati total, sedunia. Mumpung hari ini masih ada internet, kita manfaatkan saja untuk kegiatan produktif yang bisa mendatangkan manfaat.

Rekan-rekan penggiat Juguram Syafaat memanfaatkan internet untuk kongkow virtual, meng-update keadaan dan mengelaborasinya.

Meski Rutinan Virtual tetapi Tetap Esensial

Dari sejumlah esensi Sinau Bareng, setidaknya kita bisa ambil dua: Pertama, semangat meneliti suatu hal bersama-sama, tidak menunggu hasil mateng diolah oleh orang lain. Kedua, semangat kegembiraan dalam kebersamaan.

Meski tidak berkumpul secara fisik, untunglah hari ini teknologi yang tersedia bisa kita manfaatkan untuk mengerjakan dua hal itu dalam format Rutinan Virtual.

Rutinan, syukuran Milad ke-7 sekaligus memomentumi keprihatinan global atas keadaan hari ini dilangsungkan bersama-sama di akhir pekan lalu (11/4) oleh segenap jamaah Juguran Syafaat.