Bersua dengan Sahabat Lama

Di Purwokerto Mbah Nun berbincang dengan Pak Dalhar Sodiq, sahabat yang sudah lama sekali tidak bersua.

Pak Dalhar saat ini tinggal di Purwokerto, menjadi pengajar di Unsoed. Dengan antusias Beliau bercerita pengalaman petualangannya termasuk ketika harus berhadap-hadapan dengan GAM ketika tinggal di Aceh.

Sebelum berjumpa Mbah Nun, Pak Dalhar juga menyambangi Pakde-Pakde Kiai Kanjeng dan para Crew yang tengah bersiap-siap untuk Sinau Bareng malam hari itu (6/1).

Meriahnya Pementasan Wayang Jemblung Kontemporer

Wayang Jemblung adalah jenis pertunjukan wayang tradisional Banyumasan yang dicirii oleh suasana riang gembira pengiring wayang yang menggunakan alat musik: Mulut.

Malam minggu (30/11), Dalang Muda Ki Agung Wicaksono mengkolaborasikan Pementasan Wayang Jemblung dengan alat musik calung juga dengan colosal modern dance.

Pementasan mengambil lakon “Petruk Duta” kali ini digelar di Taman Budaya Banyumas. Dengan sedikit sentuhan pematangan lagi, Wayang Jemblung ini layak dipentaskan di Pasar Malam Indonesia di Belanda dan Suriname.

Berbincang di Sepoi Teluk Mandar

Direntetan rundown perjalanan #RihlahMandar, menggali khasanah nilai dari orang-orang tua di sana adalah hal yang mesti diupayakan bisa dilaksanakan.

Adalah Bang Tamalele, Panglima Maiyah di Tanah Mandar, Ia menyimpan banyak artefak dan dokumen atas perjalanan Mbah Nun di Tanah Mandar sejak era 80-an yang berlangsung di dalam atmosfir kekeluargaan yang begitu lekat.

Cuaca cerah, pemandangan Teluk Mandar yang Indah, angin sepoi-sepoi menemani bincang-bincang kami sore itu.