Selamat Mengarungi Sakinah untuk Ikhda dan Luqman

Dua sejoli Penggiat Juguran Syafaat hari ini sah menyatukan hati dalam ikatan suci. Prosesi perkawinan yang dilaksanakan di masa transisi ini berlangsung lancar dan khidmat di Kuwarasan, Kebumen pagi tadi (1/7).

Ikhda kerap menghidupkan suasana juguran dengan lantunan suaranya yang merdu. Luqman kerap nderes Quran dengan tartil dan amat rajin menyimak dan mencatat di kala Maiyahan.

Dengan perbekalan mawadah dan rahmah, selamat mengarungi Sakinah.

Semoga Allah menempatkan Syeikh Kamba di Tempat Termulia

Setelah hari ini Allah menempatkan Syeikh Kamba yang kita cintai dan yang kita takdzimi di tempat yang berbeda dengan tempat di mana kita berada.

Semoga Allah SWT menguatkan kita semua jamaah Maiyah yang ditinggalkan, tetap dapat meneruskan gagasan dan misi mulia Beliau. Tidak kalah oleh keadaan, tidak patah oleh tantangan serta meyakini Beliau selalu membersamai setiap langkah kita, meski kita tak lagi bisa bersapa dengan Beliau sebagaimana sebelum hari ini karena sudah terpisah oleh Barzakh.

Ya Allah, ampunillah Beliau, berikanlah rahmat dan kelimpahan dari-Mu, maafkanlah Beliau.

Foto: Juguran Syafaat Edisi Januari 2016

Rumah, Sebaik-Baik Sekolah

Home Learning ternyata lebih menyenangkan ketika kita memberi atensi lebih pada apa yang ada di sekitar rumah. Menghubungkan ekosistem ikan di air dan tanaman di darat dalam satu daur nutrisi melalui metode aquaponik itu keren. Memang tidak langsung berhasil, tidak ujug-ujug mahir, yang penting belajar dulu.

Home Learning tidak sekedar memindahkan ruang kelas ke rumah, tidak pula sekedar mengganti upacara di lapangan menjadi di dalam layar.

Padasan untuk Normal Baru

Kios Pangkas Rambut Abah Sugeng di Jl. MT. Haryono Purbalingga tidak menyiapkan wahana cuci tangan pelanggan menggunakan galon kran. Melainkan menggunakan padasan.

Padasan yang dipasang permanen adalah bagian dari cara mempersiapkan the new-normal (normal baru) di mana masyarakat akan lebih serius mengerjakan pola hidup higienie sepanjang waktu.

Gerakan Wajib Menanam

Jumhur Penggiat Juguran Syafaat sudah menyepakati pentingnya kembali menghidupkan lagi naluri bertanam-tanam. Oleh karena itu sesempit apapun pekarangan atau halaman yang dipunyai, saat ini wajib semuanya menanam sayuran. Boleh juga ditambahi tanaman herbal.

Bertanam-tanam nomor satu bukan untuk mengharapkan panen. Bertanam-tanam untuk tetap mempunyai kegiatan positif di tengah tidak menentunya keadaan. Bonusnya adalah naluri agraris kita menjadi hidup lagi. Bonus berikutnya lagi nanti bisa panen untuk dimanfaatkan sendiri.