Mukadimah: REPETITIVE LEARNING

Menjadi teachable adalah dambaan setiap orang. Seorang teachable senantiasa memiliki dorongan yang kuat untuk tumbuh dengan belajar, sehingga apapun kondisi dirinya hari ini tidak lebih penting dibandingkan dengan segenap potensi yang ia miliki untuk berkembang hingga batas yang tak hingga.

Mengerjakan pembelajaran hidup dengan gembira pada setiap prosesnya. Tidak merasa terburu-buru menarget hasil peningkatan diri yang bombastis, spektakuler dan revolusioner. Melainkan evolusioner. Bahkan, ia tidak jatuh mentalnya meskipun seakan-akan semuanya jalan ditempat dan tidak kemana-kemana, karena ia memahami bahwa salah satu prinsip utama di dalam belajar adalah perulangan. Mungkin memang sedang ada SKS kehidupan yang sedang harus diulang.

Sebab mind-technology pada manusia tidak di desain sebatas mengerjakan fungsi transfer file. Melainkan bagaimana pemahaman, pengetahuan dan kesadaran baru yang diterima dapat diinternalisasi ke dalam diri. Terinstal menjadi kebiasaan, lantas mengaktual menjadi perangai karakter. Perulangan-perulangan adalah sebaik-baik dari proses internalisasi ilmu.  

Bersama-sama kita akan melingkar di Juguran Syafaat penyelenggaraan edisi ke-100 di bulan Juli 2021 di Youtube Channel Juguran Syafaat.

Mukadimah: EVOLUSI SOLUSI

Ada gape antara kemampuan seseorang menghadirkan solusi dengan besarnya masalah yang ia hadapi. Gape itu ada diawali dari keliru cara berfikir tentang wajibnya terus belajar, sebab seseorang mengira belajar keperluannya hanya untuk kewajiban mencari kerja.

Kemampuan berfikir solutif adalah output dari seseorang yang memilih untuk tidak berhenti belajar. Belajar dari pola pengalaman, menganalisa setiap pilihan pengambilan keputusan, menghitung dampak positif dan negatif dari keterlibatan kita di setiap peran.

Berfikir solutif membuat sebuah masalah dapat direduksi dampak negatifnya hingga seminimal mungkin. Meski begitu, berfikir solutif tidak selalu serta menjamin hadirnya solusi penyelesai sebuah masalah. Sebab semaksimal apapun, manusia kadarnya hanya berupaya dan mengiba. Solusi bisa hadir hanya karena Allah menganugerahkannya bagi kita.

Bersama-sama kita akan melingkar di Juguran Syafaat edisi Juni 2021 di Youtube: Juguran Syafaat

Do’a Estafet Perjuangan Yai Muzzamil

Mbah Nun menyebut para pendahulu “Ahibba”, yang artinya para kekasih, orang-orang yang kita cintai.

Yai Muzzamil telah mendahului, meninggalkan kita semua di sini. Semoga Allah maghfirahkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Yai Muzzamil muda berguru langsung pada Ki Asad Syamsul Arifin, murid langsung Syaikhona Kholil, Bangkalan, Madura.

Beliau Hijrah ke Yogya dan merintis mendirikan Pesantren Rohmatul Umam Parangtritis. Di pesantren tersebut beliau dimakamkan. Almarhum juga mendirikan pesantren di Pajangan.

Ibu Nyai, putri dan putra Beliau memohon doa dari kita semua untuk dikuatkan melanjutkan perjuangan dan cita-cita almarhum.

TETA MOVIE Masih Tayang, Lho

Sebagian dari teman-teman yang ikut nonton bareng TETA MOVIE berfoto bersama di halaman Gedung Bioskop Rajawali 21 Purwokerto.

Beberapa teman memberikan testimoni bahwa mereka mendapati film ini diatas ekspektasi. Baik dari sisi penyampaian makna maupun sinematografinya.

Saat ini film “Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah” masih tayang di Bioskop Rajawali 21 Purwokerto dan Bioskop Dakota Kroya Cilacap serta di banyak bioskop lainnya di seluruh Indonesia.

Lepas Landas Ramadhan 1442H

Maka salah satu doa paling sederhana di saat harus segera lepas landas dari Ramadhan adalah, semoga kita dipertemukan dengan bulan nan agung ini di tahun mendatang.

Kita menanti Ramadhan berikutnya dan mengisinya dengan memupuk persaudaraan, merawat amal istiqomah dan evaluasi peningkatan diri setiap saat.

Mukadimah: AKTIVASI KESEMPATAN

Sebuah kebaikan terjadi bukan hanya karena ada niat, tetapi juga karena ada kesempatan. Oleh karenanya, kita perlu memilih ekosistem hidup yang sebaik-baiknya, yakni yang paling kondusif menghadirkan kesempatan untuk berbuat baik. 

Kesempatan adalah barang mahal, karena banyak variabel yang menentukan kehadirannya. Momentum, titimangsa, afirmasi dan apresiasi positif adalah diantaranya. Mengasah kecerdasan antisipatif di dalam diri tujuannya adalah ketika waktunya kedunungan kesempatandatang, kita tidak lantas gagal menangkapnya dan justru melewatkannya begitu saja.

Maka, antitesis dari sikap aji mumpung itu bukanlah sikap melewatkan sebuah kesempatan begitu saja. Kesempatan berbuat baik, kesempatan berbagi, kesempatan menumbuhkan diri, kesempatan ikut andil berkontribusi, kesempatan menorehkan sejarah peran, kesempatan membangun pijakan baru, kesempatan menjadi subyek, wah, ternyata ada begitu banyak kesempatan, resolusi pandang kita sampai-sampai tak sanggup meng-capture-nya.

Sikap antitesis yang lebih memberdayakan adalah mengaktivasi sekecil apa pun potensi kesempatan, dengan tidak ragu-ragu untuk do something! Bersama-sama kita akan melingkar di Juguran Syafaat edisi Mei 2021 dalam format virtual forum melalui Youtube Channel: Juguran Syafaat.