Mukadimah: WA’TASHIMU BIHABLILLAH

Mukadimah Juguran Syafaat edisi Februari 2019

Seandainya sukses adalah kewajiban, pastilah bukan karena dalam hidup ini kita diharuskan untuk mengungguli orang lain. Semakin besar populasi manusia, semakin kaya peradaban ini akan pasokan ilmu pengatahuan, betapa makin beratnya untuk kita dapat tampil lebih unggul dari orang lain, bukan?

Alasan yang mungkin lebih bisa diterima adalah ketika kamu mengejar sukses, dikarenakan kamu tidak mau membuat repot orang lain atas keadaan dirimu. Termasuk hingga alasan kamu tidak ingin membuat repot negara. Sebab keadaanmu yang sukses, sehingga negara bisa lebih mengerucutkan prioritas tugasnya yakni pada mereka yang memang betul-betul butuh untuk ditolong.

Negara sudah sangat berat tanggung jawabnya. Hendak ngerusuhi dan ngerepoti rasanya tidak tega, bukan? Cara sederhana yang bisa ditempuh adalah dengan kita memilah antara mana keperluan sehari-hari kita yang bisa kerjakan sendiri, dan mana hal-hal yang memang harus diurus dengan melibatkan negara. Kemudian, kalau tidak betul-betul mendesak, usahakan jangan merepoti negara.

Lebih baik kamu merepoti keluarga, tetangga, atau sahabat kiri kanan. Mereka mungkin lebih ridho untuk direpoti olehmu, sebab dalam rangkanya adalah wa’tasimu bihablilahi jami’an.