Mukadimah: POLUSI TEORI

Mukadimah Juguran Syafaat September 2019

Kalaulah benar berlakunya sebuah ilmu adalah setelah melalui laku, niscaya jagad media digital tidak berisi berjejalnya orang yang hendak berbagi ilmu pengetahuan. Sedangkan yang terjadi hari ini, asalkan seseorang dapat menyusun sebuah tips atau sekedar kiat atas sebuah masalah tertentu, maka ia merasa sudah pantas untuk membagikannya sebanyak-banyaknya. Ia merasa sudah mengilmuinya.

Di saat yang sama, generasi instan hari ini seakan enggan menempuh sebuah laku terlebih dahulu untuk melakoni sebuah ilmu. Sebab yang lebih praktis dari menempuh penelitian, melakukan percobaan dan menjalani pengalaman atas sebuah ilmu baru adalah dengan cukup mencari kumpulan tips dan trik saja.   

Dan hari ini kita merayakan parade tips, bahkan festival ‘resep sukses’. Persoalan hidup apa yang tidak bisa dicari panduan kilatnya, angan-angan untuk menjadi apa yang tidak tersedia teori jitunya. Lantas pertanyaannya, apakah kita ini yakin akan memasuki pesta pora dari berkelimpahannya teori-teori dan melahapnya selahap-lahapnya, sedangkan kita belum menyiapkan alat pilahnya di dalam diri? Mana teori yang berkualitas, mana teori yang polutif.

Sementara sebagian dari kita kadung berhijrah dari kesibukan mengasah nalar berfikir.