Mukadimah : Manajemen Berkah

MUQADIMAH JUGURAN SYAFAAT SEPTEMBER 2016

Mana yang lebih menggambarkan situasi sebuah masyarakat yang makmur? Ketika kota-kota dibangun megahkah? Lalu desa-desa pun membuntutinya? Atau ketika setiap orang masing-masing diantara mereka merasa cukup dan berkecukupan, sehingga yang mereka terapkan dalam hidupnya adalah manajemen berkah, bukan manajemen serakah seperti kebanyakan penerapan sekarang ini?

Kondisi berkecukupan adalah pintu awal untuk mampu menjadi seorang atau bersama-sama menjadi masyarakat filanthropy. Filantropy adalah orang yang mendedikasikan sebagian besar kapasitas dirinya untuk kemaslahatan yang luas. Karenanya, upaya untuk menjadi filantropy adalah bagaimana membangun sebesar-besar kapasitas diri.

Namun, ada orang-orang yang diam-diam kapasitasnya unlimited. Sebab ia terkoneksi dengan Maha Server secara langsung. Kontribusinya tak berhubungan dengan takaran dengan sebagian besar, sebagian kecil, kurang dari atau lebih dari kapasitas dirinya. Sebab kapasitas diri bagi orang-orang tersebut bukanlah yang utama, melainkan yang utama adalah keberkahan.

Secara manajemen konvensional kapasitasnya berpotensi defisit, hidupnya bahkan beresiko minus, tapi semua itu tidak mengurangi kebahagiaannya dalam memberikan kemanfaatan yang luas. Sebab kemanfaatan yang ia dedikasikan bukan berasal dari kapasitas dirinya, tapi dari keberkahan yang ia raih lalu ia kelola sedemikian rupa.

Dalam ukuran manajemen konvensional, ia nampak sedang susah payah berkorban. Namun dalam ukuran manajemen berkah, ia sedang bersuka cita, menghimpun tabungan langit.[] RedJS