MAMPIR MEDANG (17) : ANAK KECIL YANG BERLAGAK DEWASA

Seorang anak kecil kepengin es, tetapi di-penging oleh orang tuanya. Lalu si anak menangis sejadi-jadinya. Bagi si anak, keputusan orang tuanya melarang ia mendapatkan es adalah keburukan, sebab keputusan itu tidak sesuai dengan apa yang menjadi keinginannya.

Berbeda jika kasus serupa itu dihadapi oleh anak kecil yang berlagak dewasa. Walaupun keputusan orang tuanya berkebalikan dengan keinginannya, ia akan tetap dapat mengontrol emosinya, tidak sejadi-jadinya dalam menangis, sebab lagak dewasanya itu memicu ia mampu berpikir bahwa apapun yang diputuskan orang tuanya kepadanya, pasti tujuannya baik.

Toh memang tidak pernah ia mendapati riwayat orang tuanya mendzholiminya dengan sengaja. Walau mungkin si anak itu baru paham manfaat dari tidak minum es-nya setelah beberapa waktu berlalu, mungkin ia melihat anak-anak lain meriang karena memang sedang musim meriang, sedangkan ia tetap terjaga kesehatannya.[] RedJS