Reportase: KEDOK

Jangan seperti Ruwat Sengkolo yang pamer makrifat, akhlak seorang pelaku jalan makrifat adalah sebaiknya dia memasang kedok, bukannya memamer-mamerkannya. Petuah bijak Jawa memiliki frasa yang begitu sederhana tentang hal ini : “Empan Papan”. Tanpa kedok, yang ada adalah perang pemikiran, tendensi antar golongan, kita menjadi masyarakat yang terkotak-kotaki. Sementara masyarakat yang terkotak-kotaki adalah masyarakat yang mudah dihancurkan.

Dalam riwayat peperangan Rasulullah, salah satu strategi peperangan beliau adalah mengirim telik sandi. Telik sandi adalah orang yang ditugasi khusus untuk berkedok, dengan tujuan mendapatkan informasi lebih dekat tentang musuh. Kedok dalam keperluan siasat boleh bahkan penting dilakukan.

Yang berbahaya adalah ketika kedok digunakan untuk dalih-dalih yang merugikan. Jubah agama dijadikan kedok mencari uang. Menyekolahkan anak di tempat bergengsi, hanya kedok saja dari tujuan inti untuk meningkatkan prestise keluarga. Mengabdi pada negara hanya untuk kedok mendapatkan job yang mudah tapi uangnya banyak. Kampanye anti-syirik dijadikan kedok untuk memberangus akar arkeologis yang sangat penting bagi masa depan umat. [] RedJS