Mukadimah: TERUS BERJALAN

Juguran Syafaat Agustus 2018

Ada yang berjalan sekadar dia berjalan, ada yang berjalan dengan ngemat mengamati, ada yang berjalan dengan niteni pola-pola yang ia jalani. Ada yang berjalan dengan tergopoh-gopoh sebab mengejar sebuah visi, ada yang berjalan alon waton kelakon yang penting memenuhi gugurnya kewajiban untuk berjalan.

Ada yang berjalan dengan kemantapan arah, ada yang berjalan baru sembari mencari-cari arah. Ada yang mendapati kendaraan yang memudahkan dirinya berjalan, ada yang berjalan dengan menggerutu sebab tak dianugerahi tumpangan. Ada yang berjalan dengan mendapatkan momentum-momentum, ada yang berjalan dengan melewatkan keberuntungan dan kesempatan.

Ada yang berjalan dengan khusyuk, ada yang berjalan dengan uring-uringan.  Ada yang berjalan dengan mematuhi rambu-rambu, ada yang berjalan dengan menabrak sandi dan amsal. Ada yang berjalan dengan menenteng bekal untuk masa depan, ada yang berjalan dengan menggendong beban masa lalu.

Ada yang berjalan ber-gondelan kepada yang di depannya, ada yang berjalan bergandengan dengan kawan-kawannya. Ada yang berjalan lurus, zig-zag, menjegal yang ia anggap lawan. Ada yang bertumbuh karena dirinya berjalan, ada yang berjalan berputar-putar, terperosok berulang di lubang yang sama. Ada yang berjalan padahal sebetulnya sudah enggan untuk berjalan, inginnya berhenti saja. Begitulah, semua terus berjalan. Waktu pun terus berjalan.[]