MAMPIR MEDANG (85): Memang Bukan Alamat Persisnya

Kalau untuk listrik yang tidak hidup disebutnya mati. Tetapi kalau untuk manusia, tidak. Mangkat, berpulang, dipanggil oleh Allah, dll.

Sebab memang manusia yang sirna dari dunia tidaklah ia kemudian lenyap. Melainkan ia berpindah ke sebuah tempat entah di alamat dan di dimensi mana yang kita tidak tahu.

Yakin ada, tapi tak tahu di mana alamat persisnya. Nah, adanya orang pergi berziarah kubur adalah dalam rangka berupaya untuk mendatangi.

Datang tidak pada alamat persisnya memang, tetapi setidaknya di situ adalah sejauh-jauh alamat yang masih bisa kita jangkau.

(Diolah dari: Agus Sukoco)