MAMPIR MEDANG (83): Lalat dan Kotoran Sebadan

Reaksi seseorang yang sedang berdiam lantas tiba-tiba ada seekor lalat menclok di badannya adalah meneplek lalat itu dan mengusirnya.

Lalat harus diperlakukan seperti itu, sebab badan lalat berlumur kotoran. Sebelum hinggap di tubuh kita, mungkin ia telah hinggap di tong sampah, comberan dan tempat-tempat kotor lainnya.

Apabila sikap kita terhadap lalat saja segalak itu menepleknya, apakah sikap kita terhadap diri kita sendiri juga demikian? Bukankah kalau kejelekan-kejelekan pribadi kita ditampakkan, sesungguhnya kita berlumur kejelekan dan keburukan?

Bagi lalat mungkin kita adalah kotoran sebesar badan, ia nyaman saja hinggap sepertihalnya ia hinggap di comberan dan tong sampah.

(Diolah dari: Agus Sukoco)