MAMPIR MEDANG (77): Dewasa Jangan Dilarang

Menghadapi seorang anak kecil yang begitu susah disuruh mandi bolehlah caranya dengan memberi dia iming-iming. Tawarkan semangkok bakso kepada si anak, tapi syaratnya berangkat ke warung baksonya harus dalam kondisi si anak sudah mandi.

Sebab iming-iming kemudian si anak bergegas untuk berangkat mandi. Demikianlah iming-iming bisa menjadi pancingan untuk seseorang mengerjakan kebaikan.

Akan tetapi, tentu saja tidak selamanya untuk memancing si anak untuk mau bergegas mandi lantas harus diiming-imingi bakso setiap saat. Sebab si anak juga perlu dididik untuk mengetahui bahwa mandi adalah perbuatan baik yang ia butuhkan, yang bermanfaat bagi dirinya sendiri.

Begitulah seharusnya seiring berjalannya waktu seseorang semakin tumbuh menjadi dewasa untuk berproses memahami manfaat perbuatan baik yang ia kerjakan. Jangan justru membiarkan dirinya terfokus memikirkan ganjaran dan pahala.

Jangan justru sebab termanjakan oleh iming-iming, sehingga seorang anak menjadi maniak menggemari bakso sambil melupakan mandi.

(Diolah dari : Agus Sukoco)