MAMPIR MEDANG (67): Jimat mendatangkan Untung

Kalau dalam hidup kita memilih untuk memegang jimat, maka buatlah Sang Jimat itu senang. Misalnya kita menggenggam sebuah keris, lalu dijalan terantuk batu. Bentuk menyenangkan Jimat adalah, kita tidak mengutuk keadaan ‘Aduh, gara-gara membawa keris ini, saya jadi terantuk batu’. Melainkan ekspresi kita seharusnya sebaliknya ‘Untunglah, gara-gara membawa keris ini, saya hanya terantuk batu, padahal sangat mungkin yang terjadi adalah saya masuk jurang’.

Begitulah, Maiyah sebagai ‘jimat’. Yang terjadi bukanlah ‘Gara-gara Maiyah sehingga saya berantem dengan pasangan’. Melainkan hakikat yang terjadi sebaliknya, ‘Untunglah, gara-gara saya membawa Maiyah, saya hanya berantem dengan pasangan, tidak menimpa musibah di keluarga saya’.

Kalau belum meyakini ‘jimat’ itu mendatangkan untung, melainkan mendatangkan rugi saja, maka lebih baik tidak usah memegang jimat.

(Diolah dari: Agus Sukoco)