Mukadimah: Al-Mutahabbina Fillah

Juguran Syafaat November 2017

Seseorang dikatakan memiliki bakat menggambar, sebab didapati dia nampak luwes dalam membuat garis dan pola. Seseorang dikatakan memiliki bakat menyanyi, sebab dikenali bahwa dia peka terhadap nada. Lalu, bagaimana seseorang dikatakan memiliki fadhilah Maiyah? Sesiapa orang memperoleh fadhilah Maiyah cirinya adalah dirinya terlibat di dalam Al-Mutahabbina Fillah—rasa sambung sedulur karena Allah semata.

Ada berjenis-jenis persambungan antar manusia. Ketika persambungan itu fii fulus, jadilah mereka berkonsorsium dagang.  Ketika persambungan yang terbentuk fii gengsi, jadilah mereka hidup berkalang kompetisi. Dan silakan didaftar sendiri ada berapa banyak jenis motivasi-motivasi manusia dalam menjalin persambungan satu sama lain, yang kalau semua itu tidak berpangkal pada fillah, maka persambungan yang terjalin sebatas ketika kepentingan mereka masih berjalan beriringan.

Kalau dengan persambungan berdasarkan fulus alias uang atau berdasarkan gengsi, sekelompok umat manusia bisa mencipta sesuatu yang nampak unggul, bahkan hingga mengungguli yang lain, lebih parah ada yang sampai menjajah yang lain, lantas bagaimana ini kok kita masih minggrang-minggring sekedar untuk memenuhi anjuran mengkreatifi fadhilah yang kita terima yakni fadhilah Maiyah?

Kalau seseorang yang mengaku bakat bernyanyi kok lagu-lagu yang dibawakan sumbang, jangan-jangan pada penguasaan nada do-re-mi-fa-so-la-si-do masih harus mengulang belajar. Kalau seseorang yang mengaku bakat menggambar tetapi tak punya inspirasi karya, jangan-jangan ia masih bermasalah mulai pada hal yang begitu mendasar yakni penguasaan garis dan pola. Pun, kalau dalam ber-Maiyah kita masih canggung dan nanggung dalam mengkreativinya, nampaknya kita harus cek dan ricek mulai dari bagaimana kondisi modal dasar kita, yakni modal Al-Mutahabbina Fillah. []