MAMPIR MEDANG (48) : MANAJEMEN BRAYAN

Kalau hubungan manusia dengan Tuhan adalah manusia menerima, Tuhan memberi. Namun, kalau hubungan antara sesama manusia adalah ‘sapa sing lagi ana’, yakni siapa yang sedang berpunya memberi kepada yang sedang tidak berpunya.

Aplikasi berikutnya adalah manajemen brayan, apa yang dipunyai diberikan, dikontribusikan bersama-sama dengan kepunyaan orang lain. Ibarat di dapur, yang mempunyai gula memberi gula, yang mempunyai garam memberikan garam. Sehingga jadilah sebuah masakan yang bisa dinikmati bersama.

Sebab manajemen brayan, maka gula atau garam yang diberikan pastilah kualitas yang terbaik. Sebab apa yang ia berikan adalah sesuatu yang juga ia sendiri akan menyantapnya. Sebab manajemen brayan, maka ia tidak mengambil dari orang lain, melebihi dari yang menjadi kebutuhan bersama.

Semua saling menguntungkan, bukan saling merampok atau membahayakan satu sama lain.

(Diolah dari: Agus Sukoco)